Mencintamu dengan segala keterbatasan
Mencintamu dengan segala hitam putih hidup
Mencintamu dengan segala roh pelangi
Mencintamu dengan butiran-butiran debu
Merobek hati menghujam diri
Bangkit lalu mati
Seperti duri yang mengoyak
Menjadikan ada menjadi tiada
Basah peluh menghinggapi setiap liku
Mendayu-dayu membisu
Berontak gegirangan pilu
Menembus cakrawala biru lalu pudar..hilang
Tak habis rintihan dihela
Menahan setiap ratapan jiwa
Meminta uluran kasih
Yang mengikat direlungku
Hingga titik akhir kisah
Menuai segala rasa hinggap
Menetes berbulir tajam
Hingga keperaduan jingga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar