Imam Al Ghazali berkata:
Yang singkat itu - "waktu"
Yang menipu itu - "dunia"
Yang dekat itu - "kematian"
Yang besar itu - "hawa nafsu"
Yang berat itu - "amanah"
Yang sulit itu - "ikhlas"
Yang mudah itu - "berbuat dosa"
Yang susah itu - "sabar"
Yang lupa itu - "bersyukur"
Yang membakar amal itu - "mengumpat"
Yang ke neraka itu - "lidah"
Yang berharga itu - "iman"
Yang mententeramkan hati itu - "teman sejati"
Yang ditunggu Allah SWT itu -"TAUBAT".
Rabu, 30 Maret 2016
Selasa, 29 Maret 2016
U N I K - Renungan
Renungan
.
.
.
Seringkali yang dikejar-kejar menjauh
Yang tak disengaja pun mendekat
Yang merasa sudah pasti menjadi ragu
Yang awalnya diragukan menjadi pasti
Yang ternilai jadi biasa
Yang tak dinilai jadi bernilai
Yang selalu diimpikan, tak berujung pernikahan
Yang tak pernah terpikirkan, bersanding di pelaminan
Maka, percayalah..
Jodoh itu bukan masalah seberapa lama kau mengenalnya
Seberapa akrab kau dengan orang tuanya
Atau seberapa sering kau komunikasi dengannya
Tapi, seberapa yakin kau pada ketentuanNya
Seberapa besar kepasrahanmu dengan takdirNya
Seberapa besar kau merayuNya
Seberapa semangat kau menyempurnakan ikhtiar untuk mendapatkannya
Seberapa ikhlas saat kau gagal mendapatkannya, lalu digantikan dengan yang lebih baik menurut versiNya
K E H I D U P A N
Dari air kita belajar ketenangan
Dari batu kita belajar ketegaran
Dari tanah kita belajar kehidupan
Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri
Dari padi kita belajar rendah hati
Dari Allah kita belajar kasih sayang yang sempurna
Melihat keatas memperoleh semangat untuk maju
Melihat kebawah bersyukur atas semua yang ada
Melihat kesamping semangat kebersamaan
Melihat kebelakang sebagai pengalaman berharga
Melihat ke dalam untuk introspeksi diri
Melihat ke depan untuk jalan lebih baik
Dari kegagalan kita belajar keberhasilan
Dari kekalahan kita belajar kemenangan
Dari kejujuran kita belajar kesuksesan
INILAH KEHIDUPAN...
SUBHANALLAH...
Dari batu kita belajar ketegaran
Dari tanah kita belajar kehidupan
Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri
Dari padi kita belajar rendah hati
Dari Allah kita belajar kasih sayang yang sempurna
Melihat keatas memperoleh semangat untuk maju
Melihat kebawah bersyukur atas semua yang ada
Melihat kesamping semangat kebersamaan
Melihat kebelakang sebagai pengalaman berharga
Melihat ke dalam untuk introspeksi diri
Melihat ke depan untuk jalan lebih baik
Dari kegagalan kita belajar keberhasilan
Dari kekalahan kita belajar kemenangan
Dari kejujuran kita belajar kesuksesan
INILAH KEHIDUPAN...
SUBHANALLAH...
Rabu, 23 Maret 2016
DenganMU
Malam lalu mata tak mau terpejam juga..
Letih yang ku rasa, tak jua membuat mata menjadi lelah..
Bukan……bukan mata yang menjadi lelah, tapi “HATI”..
Segala urusan duniawi seakan mengalahkan keinginan untuk lebih mendekat kepada Yang Maha Suci..
“Ya, Allah tunjukkan aku kembali kejalanMu, jalan yang penuh dengan ketenangan dan kelembutanMu”
“Berdzikir aku, diiringi rinai gerimis menjelang pagi. Kuadukan semua masalah hidup, kepada sang Pemberi Hidup (Ya, Almuhyii), kepada sang Pemberi Kemuliaan (Ya, Al Mu’izzu), kepadaMu yang Maha Pemberi Rezeki (Ya, Ar Razzaaqu)
Dalam sekejap segala kegundahan larung bersama air mata yang terurai..
Diatas sajadah ini, di dalam tahajudku, di dalam sujudku…. kudapatkan kedamaian..
Hambamu yang marasa sederhana, kini merasa kaya akan karuniaMu. Hambamu yang merasa fana, kini merasa berhias mutiara kasihMu. Hambamu yang dhuafa, Kini merasa penuh dengan rahmatMu..
Ketika kulipat sajadah sehabis shalat Shubuh.. Semangat untuk terus berikhtiar semakin menggebu.. Sebuah rahasiaMu telah terkuak di pagi ini..
Selasa, 15 Maret 2016
Tak Menentu
Bisa kurasakan semua bias dihatinya
Bisa juga kurasakan warna pelangi di dadanya
Terbayang sudah keinginan di relungnya
Terluka dan bahagia ruang hati melihat dan merasakan semua
Jangan resah cinta
Karena ku tahu semua tak ada yang melipat asa terbalik
Kalau saja ada kebencian yang sangat
Percaya api akan membakar dan terus terbakar
Dan akan terus mencari untuk dapat membukamnya
Kibas lembut menghujam badai
Bagai terasah teriris indah
Mencari tautan yang sempat goyah
Hingga nanar lagi meradang
Pelan namun pasti lepaskanlah
Terurai indah bagai cakrawala
Hembus sepoi nan sejuk mengiringi langkah akhirmu
Hingga kau rasa terbang ringan mengitari suara sayup yang kian redup
Bisa juga kurasakan warna pelangi di dadanya
Terbayang sudah keinginan di relungnya
Terluka dan bahagia ruang hati melihat dan merasakan semua
Jangan resah cinta
Karena ku tahu semua tak ada yang melipat asa terbalik
Kalau saja ada kebencian yang sangat
Percaya api akan membakar dan terus terbakar
Dan akan terus mencari untuk dapat membukamnya
Kibas lembut menghujam badai
Bagai terasah teriris indah
Mencari tautan yang sempat goyah
Hingga nanar lagi meradang
Pelan namun pasti lepaskanlah
Terurai indah bagai cakrawala
Hembus sepoi nan sejuk mengiringi langkah akhirmu
Hingga kau rasa terbang ringan mengitari suara sayup yang kian redup
R I N D U - Q
Aku tak pernah berlari meninggalkanmu
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali
Jika Cinta itu Memanggilmu
Setiap manusia memiliki kisah tertentu yang menyentuh perasaannya. Kita hidup dipenuhi dengan tuntunan dari dalam diri untuk saling mengenal. Tahapan paling tinggi dalam spiritual adalah Muhabbah atau Cinta. Dimana cinta ini memiliki banyak lapisan didalamnya yang disertai cobaan-cobaan yang berubah sesuai dengan tingkat kematangan berpikir seseorang. Kita yang berani meninggalkan cinta akan menjadi sulit untuk meraih kehidupan yang bebas.
Perumpamaan hidup seperti air, maka bebatuanlah menjadi pengasah kita. Semakin mengalir air itu maka akan semakin jernih pula terlihat. Itulah aliran air teridentikkan dengan aliran gerakan manusia. Manusia harus berpindah dari satu posisi ke posisi yang lainnnya setiap saat agar mendapat pembersihan dan penjernihan pemahaman.
Dari sini, tahap cinta akan memperkenalkan dirinya dalam hati kita. Dan Cinta itu akan memanggil dan memilih kita.
Jika cinta itu memanggilmu maka datanglah karena itu adalah pahala dari perbuatanmu yang sungguh-sungguh. Cinta pada mahluk akan memperkenalkan kita pada cinta Sang Pencipta mahluk itu. Cinta bukan untuk diucapkan tapi untuk dirasa. Cinta bukan untuk menghamba tapi untuk menjadi sejajar dengan satu kewajaran pada gelombang terdahsyat, gelombang cinta.
Hidup aka lebih bermakna jika banyak hal yang bisa kita lakukan, dan hal itu ada jika cinta suda tumbuh kembang disetiap bagian tubuh kita.
tak masalah apa yang kita pikirkan
yang harus difokuskan adalah
seberapa besar andil kita
pada tujuan itu
tak jadi soal apa kerja kita
yang mesti diketahui adalah
seberapa besar cinta yang kau tabur
didalamnya
bukan siapa jodoh kita
yang harus disoalkan adalah
bisakah kita menerima dan memberi
kepada dia
kini dan slamanya
manusia tetaplah mahluk
yg penuh cinta dan kasih
disini maupun disana
https://www.facebook.com/indri.zyg/notes
Perumpamaan hidup seperti air, maka bebatuanlah menjadi pengasah kita. Semakin mengalir air itu maka akan semakin jernih pula terlihat. Itulah aliran air teridentikkan dengan aliran gerakan manusia. Manusia harus berpindah dari satu posisi ke posisi yang lainnnya setiap saat agar mendapat pembersihan dan penjernihan pemahaman.
Dari sini, tahap cinta akan memperkenalkan dirinya dalam hati kita. Dan Cinta itu akan memanggil dan memilih kita.
Jika cinta itu memanggilmu maka datanglah karena itu adalah pahala dari perbuatanmu yang sungguh-sungguh. Cinta pada mahluk akan memperkenalkan kita pada cinta Sang Pencipta mahluk itu. Cinta bukan untuk diucapkan tapi untuk dirasa. Cinta bukan untuk menghamba tapi untuk menjadi sejajar dengan satu kewajaran pada gelombang terdahsyat, gelombang cinta.
Hidup aka lebih bermakna jika banyak hal yang bisa kita lakukan, dan hal itu ada jika cinta suda tumbuh kembang disetiap bagian tubuh kita.
tak masalah apa yang kita pikirkan
yang harus difokuskan adalah
seberapa besar andil kita
pada tujuan itu
tak jadi soal apa kerja kita
yang mesti diketahui adalah
seberapa besar cinta yang kau tabur
didalamnya
bukan siapa jodoh kita
yang harus disoalkan adalah
bisakah kita menerima dan memberi
kepada dia
kini dan slamanya
manusia tetaplah mahluk
yg penuh cinta dan kasih
disini maupun disana
https://www.facebook.com/indri.zyg/notes
Senin, 14 Maret 2016
GeRiMiS
rintik memebasahi
melompat-lompat di atas tanah
kabarkan duka yang pernah singgah
hingga pedih menutup lara
daun-daun melayang sendu
gugur bersama alunan waktu
kenangan yang kian membisu
bersama berlalunya waktu
gerimis di kotaku
kapankan berlalu
kapan kau hapuskan iringan indah laguku
yang tak kan mungkin berpadu
mimpi yang membasahi tiap ayunan langkah
bersama harapan baru yang sudah menanti
menatap lembut gemiris tipis itu
hingga hilang ditelan fana
melompat-lompat di atas tanah
kabarkan duka yang pernah singgah
hingga pedih menutup lara
daun-daun melayang sendu
gugur bersama alunan waktu
kenangan yang kian membisu
bersama berlalunya waktu
gerimis di kotaku
kapankan berlalu
kapan kau hapuskan iringan indah laguku
yang tak kan mungkin berpadu
mimpi yang membasahi tiap ayunan langkah
bersama harapan baru yang sudah menanti
menatap lembut gemiris tipis itu
hingga hilang ditelan fana
Rabu, 09 Maret 2016
MuhasabaH PagI
Orang yang tidak suka melihat orang lain bahagia, Anda tahu mengapa? Ya…karena dirinya sendiri..tidak bahagia.
Itu karena ia TAK MAMPU MERAIH apa yang ia IMPIKAN dengan cara yang TERHORMAT.
Untuk meraih apa yang ia impikan, ia menghalalkan segala cara. Dan ia tak peduli dengan penderitaan orang lain. Yang ia pedulikan…. hanyalah dirinya sendiri. Jadi, janganlah heran jika orang seperti itu jauh dari kebahagiaan.
Terkadang orang yang tutur katanya manis sekali. Sayangnya, ucapan manisnya itu tidak sesuai dengan tindakannya. Ya… niatnya sudah gak baik, makanya, tindakannya pun seperti itu.
Ada 3 ciri-ciri orang seperti itu yang perlu kita ketahui :
Pertama, tidak suka melihat orang lain bahagia. Orang seperti ini hatinya sedih dan gelisah kala melihat orang lain bahagia.
Kedua, bahagia melihat orang lain menderita.
Dan yang ketiga, berpikir untuk mencelakakan orang lain.
Nah….. Dari ketiga ciri-ciri tersebut, adakah kita diantaranya? Pernahkah kita tidak suka melihat orang lain bahagia, atau merasa bahagia melihat orang lain menderita? Dan bahkan pernah berpikir untuk mencelakakan orang lain?
Saatnya jujur di dalam hati.
Muhasabah pagi
Itu karena ia TAK MAMPU MERAIH apa yang ia IMPIKAN dengan cara yang TERHORMAT.
Untuk meraih apa yang ia impikan, ia menghalalkan segala cara. Dan ia tak peduli dengan penderitaan orang lain. Yang ia pedulikan…. hanyalah dirinya sendiri. Jadi, janganlah heran jika orang seperti itu jauh dari kebahagiaan.
Terkadang orang yang tutur katanya manis sekali. Sayangnya, ucapan manisnya itu tidak sesuai dengan tindakannya. Ya… niatnya sudah gak baik, makanya, tindakannya pun seperti itu.
Ada 3 ciri-ciri orang seperti itu yang perlu kita ketahui :
Pertama, tidak suka melihat orang lain bahagia. Orang seperti ini hatinya sedih dan gelisah kala melihat orang lain bahagia.
Kedua, bahagia melihat orang lain menderita.
Dan yang ketiga, berpikir untuk mencelakakan orang lain.
Nah….. Dari ketiga ciri-ciri tersebut, adakah kita diantaranya? Pernahkah kita tidak suka melihat orang lain bahagia, atau merasa bahagia melihat orang lain menderita? Dan bahkan pernah berpikir untuk mencelakakan orang lain?
Saatnya jujur di dalam hati.
Muhasabah pagi
Langganan:
Komentar (Atom)