FP Kursi Bonceng Anak

Minggu, 24 April 2016

Disini dan TAK Meninggalkanmu

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat

Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi

Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat

Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali

Minggu, 10 April 2016

Hanya DIA yang tau



Tiada insan didunia yang tidak mendapat ujian
Dan tiada yang terlepas dari cobaan
Karna segala ujian adalah ketentuanNYA
Yang harus kita lalui dengan kesabaran

Menghadapinya butuh keikhlasan
Agar Sang Maha Tau memberikan kemudahan
tak peduli seberapa kerasnya kita berusaha
Hanya DIA yang tau dan yang pantas bagi umatNya

Hidup terus berjalan walau cobaan datang bergantian
Maka, bermuhasabahlah di setiap kesempatan
Dan Waktu yang hilang tidak perlu kita risaukan
Ingatlah bahwa Allah bersama orang-orang beriman

Ya Allah Ampunilah kami dari segala dosa-dosa
Yang telah kami lakukan saat khilaf atau pun lupa
Karna kami hanyalah hambamu yang tiada daya
Yang selalu mengharap rahmatmu didunia yang fana

Senin, 04 April 2016

GoresaN



jika sebuah cinta...
berawal dari rasa suka
menjadi sayang
semakin mengasihi
dan semakin mencintai..

dalam sebuah kertas...
tertera sebuah kata
menjadi sebuah kalimat
terbentuknya sebuah paragraf
menjadi sebuah cerita

kau ukir kata-kata disebuah kertas
sebuah kertas yang begitu indah
kau nyanyikan syair-syair yang begitu merdu
indahnya tak dapat ku terka
rintihan mu hilangkan sepiku
pesona bebaskan jiwa ragaku

wahai sang pujangga...
kau membuat hidupku lebih bermakna
lebih menyadari apa yang telah terjadi
dan kau slalu membuat ku tenang disaat apapun
kau memang sang pujangga
sang pujangga yang berhati mulia
namamu slalu ku kenang dalam hatiku yang paling dalam